6 Prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah

6 Prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah

Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah setiap orang dari manapun asalnya yang mengikuti ajaran Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya baik dalam hal keyakinan, amalan maupun ucapan.

Ada enam prinsip utama yang membedakan antara Ahlus Sunnah al Jamaah dan golongan lain.

Pinsip Ahlusunnah yang pertama:
Ikhlas dalam Beribadah

Ikhlas menurut arti bahasa: membersihkan atau memurnikan sesuatu dari kotoran. Sedangkan menurut istilah syar’i, ikhlas adalah membersihkan dan memurnikan ibadah dari segala jenis kotoran syirik.

AYOLAH PERBAIKI AQIDAH KITA

MENGAPA HARUS SALAFI ?
oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

MUQADIMAH
Masih banyak di antara kita yang mempertanyakan apa itu Salafi, dan mengapa harus Salafi .?. Sebagian kaum muslimin malahan menilai bahwa kata-kata Salafi menunjukkan sikap fanatik, bahkan lebih jauh lagi dikatakan sebagai sikap ta’assub terhadap kelompok tertentu serta mengecilkan orang lain, dan yang lebih parah lagi adalah ; mereka mengatakan bahwa Salafi merupakan istilah baru dalam Islam.
Benarkah persangkaan tersebut…! Dibawah ini kami nukilkan jawaban dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah di majalah Al-Ashalah edisi 9/Th.II/15 Sya’ban 1414H dan dimuat di majalah As-Sunnah edisi 09/th.III/1419H-1999. Mengenai pertanyaan yang ditujukan kepada beliau, yang tidak jauh berbeda dengan permasalahan di atas.
Baca entry selanjutnya
MENGAPA HARUS SALAFI..?

Sayangilah Kedua Orang Tuamu

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
LEBIH DIDAHULUKAN ATAS JIHAD DAN HIJRAH
Oleh: Ummu Salamah as-Salafiyyah




Yang dimaksudkan dengan jihad disini adalah jihad yang berhukum fardhu kifayah. Sedangkan jihad yang fardhu ‘ain, maka tidak ada keharusan adanya keridhaan kedua orang tua akan hal tersebut.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhuma, dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam untuk berjihad, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda kepadanya,
‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih.’ Beliaupun bersabda, ‘Maka pada keduanya, hendaklah engkau berjihad (berbakti).’” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

10 Nasihat Ibnul Qayyim

10 Nasihat Ibnul Qayyim Untuk Bersabar
Agar Tidak Terjerumus Dalam Lembah Maksiat

17 Oktober 2013 – Tingkat pembahasan: Dasar Alih Bahasa: Abu Muslih Ari Wahyudi
Segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi dan Rasul paling mulia. Amma ba’du.
Berikut ini sepuluh nasihat Ibnul Qayyim rahimahullah untuk menggapai kesabaran diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat:
Pertama, hendaknya hamba menyadari betapa buruk, hina dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya dia memahami bahwa Allah mengharamkannya serta melarangnya dalam rangka menjaga hamba dari terjerumus dalam perkara-perkara yang keji dan rendah sebagaimana penjagaan seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya demi menjaga anaknya agar tidak terkena sesuatu yang membahayakannya.

Read more..